Pages

Kamis, 01 Desember 2011

Manusia Ekonomi

Mia janjian sma Kanya nih bwt nge-post materi IPS tntang ekonomi skalian mbantuin tmen2 Skyintrois yg materinya kurang.... cekidot... :3



MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI YANG BERMORAL

A.  Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi Yang Bermoral
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Meskipun manusia adalah makhluk individu yang selalu mementingkan diri sendiri, namun manusia tidak bisa tidak sepanjang hidupnya membutuhkan orang lain, karena pada dasarnya manusia adalah homo socialis (makhluk sosial).  Manusia membutuhkan orang lain karena untuk berkomunikasi, meneruskan garis keturunan, dan sebagainya.
Sebagian besar dari kita membutuhkan manusia lain dalam banyak hal.  Ketika kecil, kita sangat tergantung pada manusia lain, ayah dan ibu.  Dari orang tua, kita mempelajari bahasa, pengetahuan, dan cara bertingkah-laku.  Semakin dewasa kita butuh guru untuk memperoleh ilmu.  Kita juga membutuhkan barang dan jasa yang diproduksi orang lain.  Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness.
Manusia sebagai makhluk sosial berfungsi:
  1. Tolong menolong
  2. Menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat
  3. Melaksanakan norma-norma yang berlaku di masyarakat
Namun, manusia itu kompleks karena sifat manusia berbeda-beda, ada yang baik, jahat, galak, ramah, dan lain-lain.  Oleh karena itu, agar dapat berhubungan dengan manusia lain kita harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, misalnya norma agama, dan norma kesopanan agar tidak dijauhi orang lain.
Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi/Homo Ekonomikus (Homo Economicus)
Homo economicus adalah manusia sebagai makhluk ekonomi dimana manusia memiliki kecenderungan untuk tidak pernah merasa puas akan apa yang telah diperolehnya dan senantiasa berusaha terus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Ciri-ciri manusia sebagai makhluk ekonomi adalah:
  1. Memiliki sifat tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapainya
  2. Banyak keinginan dan kebutuhan
  3. Selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan
Keinginan manusia yang harus dipenuhi disebut kebutuhan.
Contoh kebutuhan manusia adalah makanan, minuman, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan, rekreasi, dan lain-lain.
Kebutuhan manusia bermacam-macam jenisnya dan jumlahnya tidak terbatas.  Bila satu kebutuhan terpenuhi akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya.
Oleh karena manusia mempunyai sifat selalu ingin meningkatkan kualitas hidupnya, maka manusia selalu bekerja untuk meningkatkan penghasilannya.  Manusia tidak pernah mencapai kepuasan yang sebenarnya, karena setelah satu kebutuhan terpenuhi, akan muncul kebutuhan yang lain yang menuntut untuk dipenuhi.
Manusia selalu ingin mencapai kepuasan yang maksimal dengan uang yang dimilikinya.  Seorang pedagang ingin laba maksimal dari modal yang dimiliki, seorang pembeli ingin membeli barang berkualitas dengan uang yang dimilikinya.
Oleh karena manusia adalah homo ekonomikus, maka manusia seharusnya selalu bertindak rasional, yakni bertindak dengan menggunakan akal sehat agar supaya “tidak besar pasak daripada tiang.”  Sebagai makhluk ekonomi manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan.

B. Perilaku Manusia Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan banyak hal.  Ketika masih bayi, kita menangis untuk mendapatkan air susu ibu (ASI) agar kebutuhan makan terpenuhi.  Setelah dapat berbicara, kita dapat meminta langsung kepada orang tua.  Namun, semakin dewasa manusia dituntut untuk semakin mampu memenuhi kebutuhannya sendiri secara mandiri.
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.  Sumber daya tersebut beragam, antara lain kendaraan, pikiran, sawah ladang, waktu, uang, bahan makanan, dan sebagainya.
Ketika kita butuh bahan makanan, maka kita akan menanam tumbuhan dan memelihara hewan ternak.  Bila kita tidak mempunyai lahan untuk hal tersebut, maka kita mencari uang untuk membeli makanan.
Dengan cara bekerja inilah salah satu cara kita agar dapat memenuhi kebutuhan.  Tentu saja bekerja dalam upaya mencari uang dengan cara-cara yang halal, yang dibenarkan oleh agama, norma hukum, dan sebagainya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan
  1. Ekonomi
    Dalam memenuhi kebutuhannya, orang kaya tidak sama dengan orang miskin
  2. Lingkungan sosial budaya
    Lingkungan tempat tinggal yang akan membentuk lingkungan sosial budaya akan mempengaruhi manusia untuk memenuhi kebutuhan
  3. Fisik
    Kondisi fisik manusia (laki-laki-perempuan, gemuk-kurus, tinggi-pendek) akan mempengaruhi manusia untuk memenuhi kebutuhan
  4. Pendidikan
    Tinggi-rendahnya tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi manusia untuk memenuhi kebutuhan
Dalam kehidupan nyata, manusia dituntut untuk menyeimbangkan antara perannya sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial
Bentuk kepedulian adanya hubungan manusia sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial adalah:
  1. Mengembangkan sikap saling menghormati terhadap hak dan kewajiban masing-masing
  2. Selalu berusaha menjaga dan memupuk harga diri masing-masing pihak dalam melakukan kerjasama
  3. Mengembangkan sikap bahu membahu dalam membangun dan mencapai tujuan bersama
  4. Saling berbagi ilmu dan pengetahuan demi kemajuan bersama
  5. Menerapkan sikap tolong menolong dalam kegiatan sehari-hari
Manusia perlu melakukan kerjasama dengan manusia yang lain dalam bentuk:
  • Kerjasama yang saling menguntungkan
  • Kerjasama untuk kepentingan bersama
  • Kerjasama yang saling menghormati dan tidak memaksanakan kehendak
 
1
Meskipun manusia adalah makhluk individu yang selalu mementingkan diri sendiri, namun manusia tidak bisa tidak sepanjang hidupnya membutuhkan orang lain, karena pada dasarnya manusia adalah homo socialis (makhluk sosial).

2
Manusia sebagai makhluk sosial berfungsi tolong menolong

Manusia memiliki naluri untuk selalu hidup dengan orang lain.
3

4
Agar dapat berhubungan dengan manusia lain kita harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, misalnya norma agama, dan norma kesopanan agar tidak dijauhi orang lain.

Manusia sebagai makhluk ekonomi memiliki kecenderungan untuk tidak pernah merasa puas akan apa yang telah diperolehnya dan senantiasa berusaha terus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
5

6
Manusia mempunyai sifat selalu ingin meningkatkan kualitas hidupnya, maka manusia selalu bekerja untuk meningkatkan penghasilannya

Sebagai makhluk ekonomi manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan
7

8
Dengan cara bekerja merupakan salah satu cara kita agar dapat memenuhi kebutuhan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar